Saturday, 20 September 2008

Orang Tua


Dear Friend,
Hari ini saya baru menonton film tentang pernikahan dini (bukan film Agnes Monica ya...).
Dimana ceritanya orang tua dari wanita adalah keluarga terpandang dan berada. Ayahnya adalah seorang pengacara terkenal. Sedangkan orang tua dari si Pria adalah keluarga kurang mampu. Ceritanya cukup menarik, saat sang wanita hamil dan pasangan yang masih muda dalam film ini melarikan diri dari orang tua mereka karena tidak ingin dipisahkan.

Apa yang kemudian terjadi?? Orang tua mereka terlibat pertengkaran bahkan hingga kekantor polisi. Sang pria yang masih muda ini dalam pelariannya mencoba mencari pekerjaan demi menghidupi istri dan anak dalam kandungan. Dia mencoba menjadi buruh harian disebuah proyek lalu pindah menjadi pengantar gas dan akhirnya dipecat karena kecelakaan. Kehidupan mereka makin lama makin sulit, percikan-percikan kecil mulai muncul antara pria dengan sang istri. Berbulan-bulan mereka melarikan diri dan keberadaan mereka tidak diketahui oleh orang tua mereka kecuali teman dekat dari si pria. Setelah si Ibu dari si pria mengecek tabungan dari si pria dan melihat jumlah yang semakin menipis, akhirnya orang tua dari si pria berinisiatif untuk mencoba mencari keterangan dari teman dekat si pria dengan bantuan orang tua dari teman dekat si pria tsb.Mereka berhasil mendapatkan alamat anak mereka. Setelah mereka berhasil menemui anaknya, ada satu kalimat pada saat sang anak berlari sambil menarik sang istri yang tengah hamil tua untuk lari menghindari orang tuanya yang membuat saya sangat terharu mendengarnya. Sang ayah berkata, " Saya memang miskin dan tidak berpendidikan tinggi tapi saya tidak ingin melihat anak saya lebih susah kehidupannya dariku". (Cinta kasih dari orang tua memang sangat besar walaupun sang anak sudah melakukann kesalahan). Dan akhirnya sang anak mau menemui orang tuanya dan pada saat mereka makan malam, sang istri akan melahirkan dan kemudian mereka menelpon keluarga si wanita. Apa yang terjadi?? Sang ayah dari wanita ini membawa polisi untuk menangkap si pria karena tuduhan penculikan! Sekarang kita lompat kebagian saat si pria disidang karena menurut saya disini lah bagian paling menariknya. Pada saat sidang, jaksa penuntut yang merupakan murid andalan dari ayah si wanita membeberkan tuntutannya, " ....seringkali pada kasus seperti ini, jika remaja yang melakukan kasus membawa lari anak wanita maka hukuman nya akan diperingan dengan alasan masa depan mereka masih panjang. Tapi dalam kasus initerdakwa harus dihukum seberat-beratnya karena jika dibiarkan akan sama saja dengan melepaskan penjahat."
Kemudian saat pembelaan dari pihak pria, tiba-tiba ayah dari si wanita maju dan meminta untuk menjadi saksi untuk pihak terdakwa. Nah lho????
Ayah dari si wanita ini kemudia berkata," YM Hakim, saya memang yang menuntut si pria tapi saya ingin mencabut tuntutan saya. Alasannya adalah pada saat mereka berhubungan,mereka sudah cukup umur. Memang terdakwa sudah membawa lari anak saya tapi dalam pelariannya dia cukup bertanggung jawab untuk menafkahi istri yang juga anak saya bahkan sampai mencuri makanan demi istrinya. Ini pun saya lakukan karena saya tidak ingin membuat anak saya lebih sedih lagi. Kalau yang mau disalahkan adalah saya karena saya lah yang terlalu sibuk hingga kurang memberikan kasih sayang pada anak saya." Hakim bingung!??!!!
Akhirnya Hakim memutuskan untuk memberikan ganjaran hukuman 3 bulan tahanan karena ingin memberikan waktu buat si pria merenungi perbuatannya.

Inti dari cerita ini sebenarnya
1. Menceritakan bahwa kasih sayang dari orang tua itu sangat luas (bahkan pada saat marah pun) dan kita janganlah menyianyiakannya.
2. Harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah diperbuat.

No comments: