Tuesday, 23 September 2008

Takut


Takut...
Itulah yang sering muncul dalam pikiran kita jika sedang sendiri..
Seringkali hal yang paling banyak ditakuti itu adalah "penampakan".
Kenapa?? Karena salah didikan dari kecil. Ingat gak seringkali anak kecil dilarang apapun selalu dikatakan "Jangan kesana... Ntar digigit setan lho.." Saat itu mungkin efektif untuk mengawasi anak-anak yang aktif. Apa yang terjadi setelah dewasa??

Takut setanlah yang sering muncul.
Saya punya sebuah kisah yang kualami di sebuah hotel disalah satu kota di Indonesia. Saat itu hotel sedang penuh dan saya ditawarkan kamar ukuran standard dengan harga yang lebih murah tapi fasilitas seperti kelas superior. Posisi kamar tersebut ada di bagian paling ujung koridor. Malam pertama saat tengah malam saya terbangun oleh suara tangisan yang mengganggu dan kulihat tidak ada siapa siapa dalam kamar. Kududuk dan mencari-cari asal suara dan akhirnya suara itu hilang. Sayapun cuma mengucapkan, "Semoga semua makhluk hidup berbahagia". Karena sudah terbangun dan kebetulan saat itu ada siaran sepakbola, maka saya pun melanjutkan menonton sepakbola hingga selesai. Kemudian saya tidur dan akhirnya saya terbangun lagi karena suara cekikikan anak kecil. Sayapun cuma mengucapkan lagi, "Semoga semua makhluk hidup berbahagia". Sayapun lalu mencari lagi suara itu dan kemudian suara itu hilang lagi. Akhirnya saya pun tak dapat tidur lagi hingga pagi. Pada hari kedua dikamar itu saya akhirnya tidak mendengar lagi suara-suara itu..
Hikmah yang dapat kupetik dari kejadian ini dari sudut pandang psikologi: alam bawah sadar saya sudah terprogram akan kalimat-kalimat "Awas ada setan" pada saat masih kanak-kanak sehingga pikiran ku ini menciptakan rasa takut saat itu.
Dari sudut pandang agama: Saya malah menunggu munculnya lagi suara-suara itu.. Karena saya yakin makhluk dari alam lain jika menampakkan diri keseseorang berarti sedang membutuhkan bantuan..
Tetapi bukan kah seringkali rasa takut yang muncul itu malah membawa keberhasilan?? Misalnya pada saat ketakutan dikejar anjing gila.. Mungkin kita bahkan sanggup melompati pagar yang kalau dipikir-pikir hanya atlit lompat tinggi kelas dunia saja yang sanggup. Atau pada saat ketakutan akan "penampakan", mungkin kita dapat melafalkan sebuah doa/ mantra yang mungkin pada saat normal kita tidak hafal..
Jadi jika ingin sukses, kelola lah rasa takut itu menjadi energi yang berguna buat diri sendiri. Jangan kalah akan rasa takut itu.. Karena rasa takut mampu mengeluarkan kemampuan terpendam dalam diri kita....

Baca Selengkapnya...

Verse 3. Uncontrolled Hatred Leads to Harm


Who bears within them enmity:
"He has abused and beaten me,
defeated me and plundered me",
hate is not allayed for them.

Explanation: When a person holds that he was insulted, assaulted, defeated, or robbed, his anger continues to increase. The anger such a person has no way of subsiding. The more he goes over his imaginary trouble the greater becomes his desire to avenge it.

"Ia menghina saya, ia memukul saya,
ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya."
Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu,
maka kebencian tak akan pernah berakhir.

Baca Selengkapnya...

Berubah...


Hi... Gue abis nonton film lagi neh..
Ada satu film tentang cerita anak remaja yang mungkin dianggap sampah masyarakat karena mereka semua berasal dari keluarga bermasalah seperti orang tua adalah gangster atau ada yang sudah pernah masuk penjara remaja, ada yang terlibat narkoba.

Dari awalnya menganggap sekolah itu adalah penjara bagi mereka akhirnya berubah 180 derajat dan menganggap sekolah adalah rumah mereka. Dan bukan hanya anak-anak didik saja yang mengagumkan dalam film ini, tapi sang guru dikelas tersebut menurut saya sangat luar biasa. Difilm yang diangkat dari sebuah NOVEL DAN MERUPAKAN kisah nyata memberikan bukti bahwa setiap orang pasti bisa untuk berubah jika mendapat dukungan (bukan hanya dengan modal "MAU BERUBAH" lho...)
Ada satu novel yang bercerita tentang perang yang dibahas dalam film itu. Dinovel itu diceritakan bahwa ada seorang anak yahudi yang disembunyikan oleh seorang wanita keturunan Austria karena tidak ingin anak itu dibunuh oleh tentara nazi.
Ada satu kalimat pada bagian itu yang menurut saya sangat menyentuh. Pada saat wanita dalam novel yang dibahas tsb yang diundang sebagai pembicara disekolah dalam film itu waktu seorang anak yang kagum padanya mengatakan bahwa si pembicara adalah seorang pahlawan. Tapi apa jawaban si wanita?? " Saya bukan seorang pahlawan. Saya hanya melakukan yang benar. Menurut Saya kalianlah anak-anak muda yang merupakan pahlawan. Karena dengan berbuat hal yang benar seperti menyalakan lilin didalam hati kalian yang dapat menerangi sebuah ruangan."
Semoga kita selalu dapat berbuat hal yang benar....
Gambar di atas merupakan gambar asli dari sang guru (barisan depan paling kiri) dan murid-muridnya.
Kalau pengen nonton filmnya judulnya: The Freedom Writers Diary.
Bahkan sudah ada yayasannya lho... freedom writers foundation

Baca Selengkapnya...