Tuesday, 30 September 2008

Ulang Tahun



Kemarin ada teman yang ulang tahun...
Dirayainnya sederhana sekali.. Cukup dengan kue dari teman-teman, lalu make a wish n tiup lilin. Nah Apa harapan yang diucapkan oleh teman-teman ketika ulang tahun?? Mungkin banyak ya? Kalau dibuat listnya bisa seperti panjang list diiklan Telkomsel ya.. Tapi dari sekian banyak harapan kita itu, pernah dipikirin ga harapan buat orang lain? Saya yakin dari sekian banyak harapan pasti 99% buat diri sendiri bahkan mungkin 100% buat diri sendiri. Tapi ulang tahun teman yang kemarin saya cukup salut dengan harapan yang diinginkan. Mungkin masih kurang tapi sudah cukup melatih diri untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri. Harapan dia ada 2, yang pertama harapan semoga anaknya bisa lahir dengan selamat (Untuk diri sendiri) yang kedua, dia mengharapkan teman dekat nya agar bisa segera mendapat pasangan. Nah mungkin harapan yang kedua terkesan lucu tapi lihat sisi baiknya adalah dia tidak memikirkan diri sendiri saja.
Semoga di ulang tahun ku nanti saya dapat membahagiakan banyak orang dan makhluk yang lain..

Baca Selengkapnya...

Saturday, 27 September 2008

Verse 5. Hatred is Overcome Only by Non-hatred




Never here by enmity
are those with enmity allayed,
they are allayed by amity,
this is the timeless Truth.

Explanation: Those who attempt to conquer hatred by hatred are like warriors who take weapons to overcome others who bear arms. This does not end hatred, but gives it room to grow. But, ancient wisdom has advocated a different timeless strategy to overcome hatred. This eternal wisdom is to meet hatred with non-hatred. The method is of overcoming hatred through non-hatred is eternally effective. That is why that method is described as eternal wisdom.

Kebencian tak akan pernah berakhir,
apabila dibalas dengan kebencian.
Tetapi, kebencian akan berakhir,
Bila dibalas dengan tidak membenci.
Inilah satu hukum abadi.


Baca Selengkapnya...

Friday, 26 September 2008

Terburu-buru


Hosh...Hosh..Hosh...
Ngos-ngosan pasti pernah dirasakan pada saat olahraga atau sehabis lari mengejar bus...
Tapi kalu dalam pekerjaan lebih dikenal dengan sebutan kerja yang terburu-buru... (Emang diburu apaan ya??)

Dalam melakukan pekerjaan di kantor atau pun di rumah pada saat waktu terbatas dan hasil yang kita kerjakan harus sudah ada, maka kita pun akan menambah usaha untuk melakukan pekerjaan itu bahkan hingga tidak tidur.
Hal ini mungkin paling sering dirasakan oleh teman-teman mahasiswa terutama pada saat ujian. Ada yang belajar sampai tengah malam. Atau sering pula dirasakan oleh teman-teman yang bekerja dibagian pembukuan atau accunting. Seringkali pada menjelang saat-saat akhir bulan atau akhir tahun. Atau sering dirakan juga oleh seorang pembicara yang saat akan berbicara didepan umum. Seringkali menjadi gugup ataupun materi yang dibawanya pun banyak yang miss dari topik.

Oleh karena itu sering kita menjumpai tulisan atau ucapan dari seseorang yang mengatakan. "Sorry hasilnya kurang maksimal karena dikerjakan terburu-buru". Atau "Sorry hasilnya kurang maksimal karena baru dikerjakan semalam".
Kenapa??? Hal ini karena seringnya menunda-nunda pekerjaan. Misalnya pada mahasiswa, jika setiap hari belajar maka bahan yang harus diulang pada saat menjelan ujian lebih sedikit.
Friends, Mulai dari sekarang cobalah untuk menghilangkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Karena jika menunda maka pekerjaan akan dikerjakan dengan terburu-buru dan membuahkan hasil yang tidak maksimal. Dan juga buah dari kerja terburu-buru itu adalah STRESS!

Baca Selengkapnya...

Thursday, 25 September 2008

Coba Saya.................


Lihat orang kaya pasti langsung mikir, "Coba saya seperti itu". Lihat orang sukses pasti langsung mikir, "coba saya seperti dia". Lihat orang cantik atau ganteng langsung mikir, "coba saya secantik/ seganteng dia".

Tapi begitu melihat orang yang miskin, orang yang kesusahan, orang yang jelek, pasti langsung mikirin juga sih... Cuma mikirinnya cuma 2 kata, "Amit-amit"...
Kalau lihat orang yang lagi susah, seharusnya kita tidak berpikir amit-amit ataupun marah. Yang harus kita kembangkan adalah empati bukan simpati! Kalaupun tidak membantu orang yang sedang kesusahan itu, ya setidaknya ga usah mikirin apa-apa deh tentang orang itu. Karena dengan kita memberikan komentar tentang orang lain, maka kita pun langsung sudah menanamkan kebencian..
Lebih bagus lagi kalau kita sanggup membantu orang yang kesusahan itu. Kalaupun masih ga sanggup membantu, ya berikanlah doamu untuk dia agar dia dapat segera terbebas dari karma buruknya..

Baca Selengkapnya...

Wednesday, 24 September 2008

Verse 4. Overcoming Anger


Who bears within no enmity:
"He has abused and beaten me,
defeated me and plundered me",
hate is quite allayed for them.

Explanation: Living in human society, people often quarrel with one another. When such conflicts occur, people often keep thinking about the wrongs done to them by others. When that happens, their anger tends to grow. But in those who forgive and forget the wrongs done to them, anger quickly vanishes. They are then at peace.

"Ia menghina saya, ia memukul saya,
ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya."
Jika seseorang sudah tidak lagi menyimpan
pikiran-pikiran seperti itu,
maka kebencian akan berakhir.

Baca Selengkapnya...

Pressure


Pressure....
Bagi mereka yang pernah merasakan pressure dalam pekerjaan ataupun berorganisasi. Pasti pernah juga merasakan bahwa pada saat pressure sedang tinggi-tingginya malah kita bisa berpikir labih kreatif atau efektif.. (bagi yang mampu bertahan)

Tapi seringkali juga bagi yang ga mampu bertahan dalam pressure tinggi akhirnya mengundurkan diri atau bahkan menjadapat gangguan mental seperti marah-marah (awas tekanan darah tinggi!), mukul-mukul (Sperti petinju aja), nendang-nendang (seperti pemain bola aja) atau banting-banting barang (ala gulat bebas).
Ada beberapa tips sebenarnya yang harus kita lakukan pada saat pressure sedang tinggi-tingginya,
1. Sabar
"Kenapa??" Karena semua orang yang kita temui pasti sedang emosi tinggi juga lhoo...bisa-bisa kena semprot melulu deh...
2. Berdoa
"Emang bisa langsung teratasi yach kalau saya berdoa??" Oh, tentu tidak karena dengan berdoa, hampir sama dengan kita melakukan meditasi. Karena pada saat berdoa kita pasti berkonsentrasi sehingga ketenangan dapat tercipta..
3. Tenang
Pasti ada yang berpikir, "Lho, ini kan sama aja dengan sabar??" Sebenarnya berbeda, ketenangan itu dimaksudkan agar kita dapat berpikir jernih dan dapat memustuskan sesuatu dengan berdasarkan logika.
4. Motto
"Apa?? Motto??? Maju tak gentar yach.." Motto yang perlu diingat selalu pada saat dalam pressure tinggi: " Semua masalah pasti ada solusinya." (Pasti ada yang tanya , lha kalau ga ada solusi gimana??) "Kalau tidak ada solusi, ngapain pusing karena emang udah ga ada solusinya. Pusing-pusing juga ga ada guna."

Setelah dicoba, mudah-mudahan orang stress didunia ini bisa berkurang....

Baca Selengkapnya...

Tuesday, 23 September 2008

Takut


Takut...
Itulah yang sering muncul dalam pikiran kita jika sedang sendiri..
Seringkali hal yang paling banyak ditakuti itu adalah "penampakan".
Kenapa?? Karena salah didikan dari kecil. Ingat gak seringkali anak kecil dilarang apapun selalu dikatakan "Jangan kesana... Ntar digigit setan lho.." Saat itu mungkin efektif untuk mengawasi anak-anak yang aktif. Apa yang terjadi setelah dewasa??

Takut setanlah yang sering muncul.
Saya punya sebuah kisah yang kualami di sebuah hotel disalah satu kota di Indonesia. Saat itu hotel sedang penuh dan saya ditawarkan kamar ukuran standard dengan harga yang lebih murah tapi fasilitas seperti kelas superior. Posisi kamar tersebut ada di bagian paling ujung koridor. Malam pertama saat tengah malam saya terbangun oleh suara tangisan yang mengganggu dan kulihat tidak ada siapa siapa dalam kamar. Kududuk dan mencari-cari asal suara dan akhirnya suara itu hilang. Sayapun cuma mengucapkan, "Semoga semua makhluk hidup berbahagia". Karena sudah terbangun dan kebetulan saat itu ada siaran sepakbola, maka saya pun melanjutkan menonton sepakbola hingga selesai. Kemudian saya tidur dan akhirnya saya terbangun lagi karena suara cekikikan anak kecil. Sayapun cuma mengucapkan lagi, "Semoga semua makhluk hidup berbahagia". Sayapun lalu mencari lagi suara itu dan kemudian suara itu hilang lagi. Akhirnya saya pun tak dapat tidur lagi hingga pagi. Pada hari kedua dikamar itu saya akhirnya tidak mendengar lagi suara-suara itu..
Hikmah yang dapat kupetik dari kejadian ini dari sudut pandang psikologi: alam bawah sadar saya sudah terprogram akan kalimat-kalimat "Awas ada setan" pada saat masih kanak-kanak sehingga pikiran ku ini menciptakan rasa takut saat itu.
Dari sudut pandang agama: Saya malah menunggu munculnya lagi suara-suara itu.. Karena saya yakin makhluk dari alam lain jika menampakkan diri keseseorang berarti sedang membutuhkan bantuan..
Tetapi bukan kah seringkali rasa takut yang muncul itu malah membawa keberhasilan?? Misalnya pada saat ketakutan dikejar anjing gila.. Mungkin kita bahkan sanggup melompati pagar yang kalau dipikir-pikir hanya atlit lompat tinggi kelas dunia saja yang sanggup. Atau pada saat ketakutan akan "penampakan", mungkin kita dapat melafalkan sebuah doa/ mantra yang mungkin pada saat normal kita tidak hafal..
Jadi jika ingin sukses, kelola lah rasa takut itu menjadi energi yang berguna buat diri sendiri. Jangan kalah akan rasa takut itu.. Karena rasa takut mampu mengeluarkan kemampuan terpendam dalam diri kita....

Baca Selengkapnya...

Verse 3. Uncontrolled Hatred Leads to Harm


Who bears within them enmity:
"He has abused and beaten me,
defeated me and plundered me",
hate is not allayed for them.

Explanation: When a person holds that he was insulted, assaulted, defeated, or robbed, his anger continues to increase. The anger such a person has no way of subsiding. The more he goes over his imaginary trouble the greater becomes his desire to avenge it.

"Ia menghina saya, ia memukul saya,
ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya."
Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu,
maka kebencian tak akan pernah berakhir.

Baca Selengkapnya...

Berubah...


Hi... Gue abis nonton film lagi neh..
Ada satu film tentang cerita anak remaja yang mungkin dianggap sampah masyarakat karena mereka semua berasal dari keluarga bermasalah seperti orang tua adalah gangster atau ada yang sudah pernah masuk penjara remaja, ada yang terlibat narkoba.

Dari awalnya menganggap sekolah itu adalah penjara bagi mereka akhirnya berubah 180 derajat dan menganggap sekolah adalah rumah mereka. Dan bukan hanya anak-anak didik saja yang mengagumkan dalam film ini, tapi sang guru dikelas tersebut menurut saya sangat luar biasa. Difilm yang diangkat dari sebuah NOVEL DAN MERUPAKAN kisah nyata memberikan bukti bahwa setiap orang pasti bisa untuk berubah jika mendapat dukungan (bukan hanya dengan modal "MAU BERUBAH" lho...)
Ada satu novel yang bercerita tentang perang yang dibahas dalam film itu. Dinovel itu diceritakan bahwa ada seorang anak yahudi yang disembunyikan oleh seorang wanita keturunan Austria karena tidak ingin anak itu dibunuh oleh tentara nazi.
Ada satu kalimat pada bagian itu yang menurut saya sangat menyentuh. Pada saat wanita dalam novel yang dibahas tsb yang diundang sebagai pembicara disekolah dalam film itu waktu seorang anak yang kagum padanya mengatakan bahwa si pembicara adalah seorang pahlawan. Tapi apa jawaban si wanita?? " Saya bukan seorang pahlawan. Saya hanya melakukan yang benar. Menurut Saya kalianlah anak-anak muda yang merupakan pahlawan. Karena dengan berbuat hal yang benar seperti menyalakan lilin didalam hati kalian yang dapat menerangi sebuah ruangan."
Semoga kita selalu dapat berbuat hal yang benar....
Gambar di atas merupakan gambar asli dari sang guru (barisan depan paling kiri) dan murid-muridnya.
Kalau pengen nonton filmnya judulnya: The Freedom Writers Diary.
Bahkan sudah ada yayasannya lho... freedom writers foundation

Baca Selengkapnya...

Monday, 22 September 2008

Verse 2. Happiness Follows The Doer of Good


Mind precedes all knowables,
mind's their chief, mind-made are they.
If with a clear, and confident mind
one should speak and act
as one's shadow ne'er departing.

Explanation: All that man experiences springs out of his thoughts. If his thoughts are good, the words and the deeds will also be good. The result of good thoughts , words and deeds will be happiness. This happiness will never leave the person whose thoughts are good. Happiness will always follow him like his shadow that never leaves him.

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,
pikiran adalah pemimpin,
pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni,
maka kebahagiaan akan mengikutinya,
bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.

Baca Selengkapnya...

Hinaan!!


Ejekan...
Pernah ga teman-teman dihina atau diejek oleh orang lain??? Pasti pernah kan..
Kalo yang hina atau ejek itu temen baek trus pas lagi bercandaan mungkin pada ketawa-ketawa ya.. Tapi kalau pas diejek atau bahkan ga diejek aja ama orang yang ga disukai mungkin kita langsung meledak kan...

Pernah ga dipikir-pikir kalo pas dihina atau diejek oleh siapapun jangan marah. Karena kalau ga marah akan membawa berkah yang baik buat diri sendiri..
Karena kalau marah, sudah pasti kita akan kehilangan teman kalau yang ejek itu seorang teman. kalau lagi dikantor dalam diskusi atau meeting terus diejek dan kita marah... Sudah pasti kita akan kehilangan poin plus didepan atasan dan teman-teman kerja.
Coba kalau teman-teman ga marah kalau diejek.. Mungkin bisa jadi SUKSES!!! Percaya ga?? Liat di dunia entertainment Indonesia, ada berapa banyak artis kita yang berwajah kurang dan menjadi sukses??? Misal Tukul, Mandra, Adul, dll. Mereka malah memanfaatkan kekurangan mereka itu dan memanfaatkan ejekan dan hinaan itu menjadi popularitas dan rejeki bagi mereka??
Bisa gak ya kita seperti mereka?? Ga sesukses mereka pun yang penting kita bisa menahan amarah dan tersenyum ketika diejek??? Coba direnungkan

Baca Selengkapnya...

Sunday, 21 September 2008

Verse 1. Suffering Follows The Evil-Doer


Mind precedes all knowables,
mind's their chief, mind-made are they.
If with a corrupted mind
one should either speak or act
dukkha follows caused by that,
as does the wheel the ox's hoof.

Explanation: All that we experience begins with thought. Our words and deeds spring from thought. If we speak or act with evil thoughts, unpleasant circumstances and experiences inevitably result. Wherever we go, we create bad circumstances because we carry bad thoughts. This is very much like the wheel of a cart following the hoofs of the ox yoked to the cart. The cart-wheel, along with the heavy load of the cart, keeps following the draught oxen. The animal is bound to this heavy load and cannot leave it.

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,
pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat,
maka penderitaan akan mengikutinya,
bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.

Penjelasan: semua yang kita alami dimulai dangan pikiran. Kata-kata dan perbuatan kita muncul dari pikiran. Bila kita berbicara atau bartindak dengan pikiran jahat, keadaan dan hal-hal tidak menyenangkan tidak terelakkan. Kemanapun kita pergi akan menyebabkan keadaan tidak menyenangkan jika kita membawa pikiran jahat. Hal ini seperti roda pedati yang mengikuti langkah kaki lembu. Roda pedati dengan muatan yang semakin bertambah mengikuti lembu. Lembu terikat pada beban dan tak dapat meninggalkannya.

Baca Selengkapnya...

Tanggung Jawab


Friends,
pernah dengar ga kalimat, " Dari kekuatan yang besar terdapat tanggung jawab yang besar." Kalau ga salah sih itu dari film Spiderman 1 ya....
Dari kalimat ini, seringkali kita merenung ga?? " Gue punya kekuatan apa ya? Tanggung jawab apa ya?"

Memang banyak orang suka bingung akan kemampuan dan tanggung jawab mereka sendiri. Makanya ada aja orang yang sudah berputus asa lalu bunuh diri, melakukan kejahatan... ^^
tapi kalau dipikir-pikir (capek ah banyak pikir-pikir ^^) kita semua memiliki kemampuan untuk hidup dan melakukan banyak perbuatan baik.
Tanggung jawabnya apa?? yang paling mudah adalah berbakti kepada orang tua dan tanggung jawab kita yang lebih besar lagi adalah menjaga semua makhluk dan alam ini agar terhindar dari kerusakan. Coba direnungkan ya... ^^

Baca Selengkapnya...

Saturday, 20 September 2008

Orang Tua


Dear Friend,
Hari ini saya baru menonton film tentang pernikahan dini (bukan film Agnes Monica ya...).
Dimana ceritanya orang tua dari wanita adalah keluarga terpandang dan berada. Ayahnya adalah seorang pengacara terkenal. Sedangkan orang tua dari si Pria adalah keluarga kurang mampu. Ceritanya cukup menarik, saat sang wanita hamil dan pasangan yang masih muda dalam film ini melarikan diri dari orang tua mereka karena tidak ingin dipisahkan.

Apa yang kemudian terjadi?? Orang tua mereka terlibat pertengkaran bahkan hingga kekantor polisi. Sang pria yang masih muda ini dalam pelariannya mencoba mencari pekerjaan demi menghidupi istri dan anak dalam kandungan. Dia mencoba menjadi buruh harian disebuah proyek lalu pindah menjadi pengantar gas dan akhirnya dipecat karena kecelakaan. Kehidupan mereka makin lama makin sulit, percikan-percikan kecil mulai muncul antara pria dengan sang istri. Berbulan-bulan mereka melarikan diri dan keberadaan mereka tidak diketahui oleh orang tua mereka kecuali teman dekat dari si pria. Setelah si Ibu dari si pria mengecek tabungan dari si pria dan melihat jumlah yang semakin menipis, akhirnya orang tua dari si pria berinisiatif untuk mencoba mencari keterangan dari teman dekat si pria dengan bantuan orang tua dari teman dekat si pria tsb.Mereka berhasil mendapatkan alamat anak mereka. Setelah mereka berhasil menemui anaknya, ada satu kalimat pada saat sang anak berlari sambil menarik sang istri yang tengah hamil tua untuk lari menghindari orang tuanya yang membuat saya sangat terharu mendengarnya. Sang ayah berkata, " Saya memang miskin dan tidak berpendidikan tinggi tapi saya tidak ingin melihat anak saya lebih susah kehidupannya dariku". (Cinta kasih dari orang tua memang sangat besar walaupun sang anak sudah melakukann kesalahan). Dan akhirnya sang anak mau menemui orang tuanya dan pada saat mereka makan malam, sang istri akan melahirkan dan kemudian mereka menelpon keluarga si wanita. Apa yang terjadi?? Sang ayah dari wanita ini membawa polisi untuk menangkap si pria karena tuduhan penculikan! Sekarang kita lompat kebagian saat si pria disidang karena menurut saya disini lah bagian paling menariknya. Pada saat sidang, jaksa penuntut yang merupakan murid andalan dari ayah si wanita membeberkan tuntutannya, " ....seringkali pada kasus seperti ini, jika remaja yang melakukan kasus membawa lari anak wanita maka hukuman nya akan diperingan dengan alasan masa depan mereka masih panjang. Tapi dalam kasus initerdakwa harus dihukum seberat-beratnya karena jika dibiarkan akan sama saja dengan melepaskan penjahat."
Kemudian saat pembelaan dari pihak pria, tiba-tiba ayah dari si wanita maju dan meminta untuk menjadi saksi untuk pihak terdakwa. Nah lho????
Ayah dari si wanita ini kemudia berkata," YM Hakim, saya memang yang menuntut si pria tapi saya ingin mencabut tuntutan saya. Alasannya adalah pada saat mereka berhubungan,mereka sudah cukup umur. Memang terdakwa sudah membawa lari anak saya tapi dalam pelariannya dia cukup bertanggung jawab untuk menafkahi istri yang juga anak saya bahkan sampai mencuri makanan demi istrinya. Ini pun saya lakukan karena saya tidak ingin membuat anak saya lebih sedih lagi. Kalau yang mau disalahkan adalah saya karena saya lah yang terlalu sibuk hingga kurang memberikan kasih sayang pada anak saya." Hakim bingung!??!!!
Akhirnya Hakim memutuskan untuk memberikan ganjaran hukuman 3 bulan tahanan karena ingin memberikan waktu buat si pria merenungi perbuatannya.

Inti dari cerita ini sebenarnya
1. Menceritakan bahwa kasih sayang dari orang tua itu sangat luas (bahkan pada saat marah pun) dan kita janganlah menyianyiakannya.
2. Harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah diperbuat.

Baca Selengkapnya...

Wednesday, 17 September 2008

Dream


Mungkin kita masih ingat waktu kecil dulu…. Kita sering diajak bermimpi oleh orang-orang sekitar kita, lingkungan kita. Mimpi apa?? Mungkin kita masih ingat salah satu mimpi itu adalah ketika ditanya oleh orang lain, “Adik setelah besar nanti mau jadi apa?” Kita pasti dengan lantang menjawab nya seperti, “Saya mau jadi dokter”, “Saya mau jadi orang kaya”, dll. Atau mungkin bermimpi bias terbang, sihir, dsb.

Setelah sang anak beranjak remaja, sebagian besar dari mereka sudah mulai melupakan impian mereka itu. Bahkan ada yang sudah melepaskan impian nya itu.. Sungguh sesuatu hal yang menyedihkan dalam hidup dimana impian yang belum tercapai itu dilepaskan karena menyerah dengan keadaan…

Setelah dewasa, hampir dipastikan lebih banyak lagi orang yang melepaskan impiannya.. Cita-cita awal ingin jadi dokter akhirnya cukup jadi pengusaha sebuah toko klontong, ingin jadi insinyur akhirnya jadi seorang pegawai toko bangunan… Semua dengan mudahnya pasrah akan keadaan.

“IMPIAN” mungkin dianggap sebuah lelucon oleh sebagian orang dewasa atau bahkan hanya dianggap angin lalu. Tapi pernahkah kita coba sadari bahwa memilki sebuah mimpi atau impian adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini??? Salah satu contoh yang paling nyata adalah film anak DOREMON, mengapa film itu bias bertahan sampai sekarang? Ya…karena film DORAEMON ini sudah mewakili impian orang di Dunia. Seperti pintu kemana saja, baling-baling bambu dan masih banyak lagi. Teman, tetap lah berjuang demi menggapai mimpi mu itu…

Ingat cerita Thomas Alfa Edison, Beliau berhasil karena mimpinya atau Wilbur bersaudara yang berhasil menciptakan pesawat. Mungkin mereka ini dulunya dianggap sebagai orang “gila”. Tapi apa yang terjadi? Orang-orang “gila” inilah yang membuat dunia ini semakin mudah… Coba lah bayangkan jika dunia ini tak memiliki lampu?? Coba bayangkan jika dunia ini tak memiliki pesawat terbang?? Mungkin untuk perjalanan dari Indonesia ke Singapura bisa ditempuh berhari-hari..

Teman terus lah berjuang. Karena "MIMPI" buat kita jadi besar....

Baca Selengkapnya...

Tuesday, 16 September 2008

Mau atau Tidak???

Dear All,
Hari minggu kemarin saya mengikuti kebaktian di sebuah vihara di Balikpapan. Awal masuk ke Vihara tersebut saya sempat terkagum-kagum dengan banyaknya anak-anak yang di Dharmasala. Mereka semua terlihat sangat antusias. Kemudian saya pun mengikuti kebaktian.

Tetapi setelah menjelang kebaktian berakhir, seorang pria setengah baya maju kedepan membacakan absen. Saya pun terhenyak karena pada saat pembacaan absen itu ada disebutkan mengenai nilai yang akan diberikan yang berhubungan dengan pelajaran agama Buddha di sekolah. Ternyata anak-anak ini aktif untuk ikut kebaktian hanya karena nilai semata. Tetapi lama-lama aku pun menyadari mungkin ini hanya tahap pembelajaran buat anak-anak tersebut, karena dengan dipaksa untuk terbiasalah mereka mungkin dapat untuk mulai memahami agama Buddha. Mungkin awalnya terkesan radikal tetapi inilah kenyataan bahwa dalam Buddhism sekarang ini kebanyakan anak-anak tidak ditanamkan kedisiplinan Buddhism dalam lingkungan sekolah maupun keluarga. Dengan harapan bimbingan orang tua dan guru-guru agama lah mungkin dikemudian hari umat Buddha dapat semakin berkembang tidak seperti saat ini dimana banyak anak yang terlahir dalam keluarga bertradisi Buddhism tetapi setelah dewasa mereka berganti kepercayaan. Mengapa??? Mungkin karena tidak diterapkannya cara yang saya lihat di Vihara di Balikpapan ini. Menurut anda bagaimana?

Baca Selengkapnya...